[18/07/2024] Desa Wlahar yang terletak di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, memiliki sejarah panjang sebelum resmi berdiri sebagai desa pada tahun 1912.
Silsilah Sebelum Menjadi Desa Wlahar
Masa Awal (1551)
Pada tahun 1551, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Wlahar masih berupa hutan lebat yang disebut Hutan Silangsur. Wilayah ini sudah dihuni oleh dua kelompok masyarakat. Kelompok pertama dipimpin oleh Setra Jiwa, sedangkan kelompok kedua dipimpin oleh seorang perempuan bernama Ra Pertiwi yang dikawal oleh Ki Ageng Lepot. Ra Pertiwi adalah seorang mata-mata Kerajaan Pajajaran yang menyamar sebagai petani. Sayangnya, Ra Pertiwi dibunuh oleh prajurit Mataram di bawah pohon bulu, yang kini dikenal sebagai Penembahan Bulu Eyang.
Periode Demang IV (1845)
Pada tahun 1845, Demang IV R. Kertadikara mengubah nama wilayah ini menjadi Tugu dengan gelar Ki Ageng Ranantika.
Pergantian Kepemimpinan (1876)
Pada tahun 1876, Ki Ageng Ranantika digantikan oleh R. Candra Wedana.
Pemekaran Desa (1912)
Pada tahun 1912, wilayah Tugu dibagi menjadi dua desa, yaitu Desa Slarang dan Desa Wlahar. Desa Slarang dipimpin oleh Lurah Candra Weda sebelum pemerintahan Tugu dibentuk.
Pembentukan dan Batas Wilayah Desa Wlahar
Desa Wlahar secara resmi dibentuk pada tahun 1829 dan masuk dalam wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini memiliki nomor kode wilayah 33 01 03 150 02 dan kode pos 53271. Tingkat perkembangan Desa Wlahar adalah swakarya, dengan luas lahan sebesar 300,5 hektar.
Batas wilayah Desa Wlahar adalah sebagai berikut:
- Sebelah utara: Desa Adipala atau Penggalang
- Sebelah selatan: Desa Bunton
- Sebelah barat: Desa Gombol Harjo
- Sebelah timur: Desa Adipala
Daftar Pemimpin Desa Wlahar
Sejak berdirinya, Desa Wlahar telah dipimpin oleh beberapa pemimpin, berikut daftar lengkapnya:
- Mangkurat Agung (Mangkurat I) Kartosuro (1647 – 1677)
- Mangkurat Jawa (Mangkurat II) Kartosuro (1719 – 1727)
- Pakubuwono, Kartosuro (1727 – 1746), kemudian berganti nama menjadi Surakarta pada tahun 1746
- Raden Seda (K.Ra. Mangku Praja) sebagai pendiri Kademangan (Pakuncen) (meninggal 1740)
- Demang I (R. Ngabei Kertawijaya) (1756 – 1766)
- Demang II (R. Ngabei Kertapiaga) (1766 – 1799)
- Demang III (R. Ngabei Kertadikara) trah Kolopaking (1799 – 1845)
- Demang IV (R. Ngabei Kertadikara II) (1845 – 1900)
- Demang V (R. Ngabei Arjasaputra) (1900 – 1906)
- Demang VI (Kerta Wangsa) (1906 – 1929) yang melantik Lurah Mas Lurah pertama Desa Wlahar
- Demang VIII (R. Ngabei Yusup Arjasaputra) (1929 – 1933)
- Demang IX (R. Ngabei Iskak Puspohandroyo) (1944 – 1945)
Daftar Nama-nama Lurah Desa Wlahar
- Lurah Mas Ngabei (1912 – 1926)
- Lurah Karya Munadi (1926 – 1930)
- Lurah Karya Nama (1930 – 1954)
- Lurah Karya Sudarma (1954 – 1957)
- Pj Lurah Kayanom (1957 – 1960)
- Lurah Nama Wanya (1960 – 1965)
- Pj Lurah Suhadi (1965 – 1967)
- Lurah Asndiatma (1967 – 1982)
- Pj Lurah Suhandi (1982 – 1986)
- Lurah Drs. Suwardi (1986 – 1994)
- Pj Cipto Raharjo (7 bulan)
- Lurah Drs. Suwardi (1995 – 2003)
- Pj Lurah Sumino (2003 – 2004)
- Lurah Yusup Ali Mustafa (2004 – 2008)
- Pj Lurah Sumino (6 bulan)
- Lurah Kamisun A. Md (2008 – 2014)
- Pj Lurah Sumino (2014 – 2016)
- Lurah Purwanto (2016 – 2022)
- Lurah Samin (2022 – sekarang)

